Anemia Kehamilan

Mengenal Anemia Pada Masa Kehamilan (Knowing Anemia in Pregnancy Period)


Indonesian version:

Masa kehamilan merupakan masa dimana tubuh sangat membutuhkan asupan makan yang maksimal baik untuk jasmani maupun rohani (selalu rileks dan tidak stress). Di masa-masa ini pula, wanita hamil sangat rentan terhadap menurunnya kemampuan tubuh untuk bekerja secara maksimal. Wanita hamil biasanya sering mengeluh sering letih, kepala pusing, sesak nafas, wajah pucat dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan tersebut merupakan indikasi bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita anemia pada masa kehamilan. Penyakit terjadi akibat rendahnya kandungan hemoglobin dalam tubuh semasa mengandung. Anemia ini secara sederhana dapat kita artikan dengan kurangnya sel-sel darah merah di dalam darah daripada biasanya. Pada bagian selanjutnya, akan dijelaskan secara ringkas dan sederhana mulai dari penyebab hingga cara pencegahan anemia pada masa kehamilan, guna memudahkan para pembaca.

English version:

Pregnancy is the period which the body very needs the maximum food intake for both physical and spiritual (always relaxed and not stressed). In this period also, pregnant women are particularly vulnerable to decreasing the body's ability to work optimally. Pregnant women often complain being tired, headache, shortness of breath, pale face, and other complaints. All complaints are an indication that pregnant women are currently suffering anemia during pregnancy. The disease occurs due to low hemoglobin in the body. Anemia can be interpreted simply the lack of red blood cells in the blood than usual.

Sumber foto dari (photo of) www.healthgiants.com


Penyebab Anemia Pada Masa Kehamilan 

Anemia Pada Masa Kehamilan Akibat Haid Sebelum Mengandung (Anemia in Pregnancy Period Caused by Menstruation before Pregnant)

Masa haid sebelum kehamilan yang bisa berdampak pada anemia pada masa kehamilan


Indonesian version:

Masa haid menjadi masa yang sangat tidak disukai para wanita karena mereka selalu mengeluhkan rasa sakit, tubuh terasa lemas, mood menurun, dan keluhan lainnya. Proses haid banyak mengeluarkan darah, dan ini bisa terjadi hingga tenggang waktu yang lama. Darah yang berkurang dalam jumlah banyak inilah yang memicu wanita mengalami anemia. Hal ini secara berangsur akan terbawa hingga masa kehamilan yang kita ketahui dengan anemia pada masa kehamilan. Penyakit anemia memang tidak selalu terjadi pada semua wanita, namun penyakit ini sangat berpotensi dialami oleh para wanita. Dengan tidak menghiraukan kondisi kandungan sel-sel darah merah dalam tubuh, wanita bersangkutan akan dengan mudah terkena anemia. Ada baiknya secara rutin melakukan pemeriksaan kandungan sel-sel darah merah minimal sebulan sekali untuk menghindari anemia pada masa kehamilan pada saat nanti.

English version:

The menstruation period become unpopular period because women always complain about the pain, body feels limp, decreased mood, and other complaints. Reduced blood in large quantities can triggers women face anemia. This will gradually brought up to the pregnancy that well known as anemia in pregnancy period. Anemia doesn't occur in all women, but the disease is potentially experienced by the women. It's better to regularly check the content of red blood cells at least once a month to prevent anemia during pregnancy in the future.

Sumber foto dari (photo of) www.artapp.net

Anemia Pada Masa Kehamilan Akibat Pencernaan Yang Tidak Lancar (Anemia in Pregnancy Period Caused by Non Current Digestion)

Pencernaan yang tidak lancar menjadi salah satu faktor anemia pada masa kehamilan


Indonesian version:

Penyebab anemia pada masa kehamilan juga bisa terjadi akibat pencernaan yang tidak lancar. Pencernaan yang tidak lancar membuat proses produksi/regenrasi sel-sel darah merah menjadi terhambat ataupun tidak maksimal. Setiap saat sistem perputaran sel-sel darah merah keseluruh tubuh selalu memerlukan sistem kerja organ-organ tubuh yang maksimal, baik dari segi kebersihan darah dan nutrisi untuk menjaga jumlah kandungan sel-sel darah tersebut. Jika proses pencernaan selalu dalam keadaan yang baik dan tubuh dalam kondisi sehat, secara langsung dapat menurunkan resiko anemia pada masa kehamilan.

English version:

The cause of anemia in pregnancy can also result from non current digestion. It can make the process of red blood cells regeneration being blocked or not optimal. Every time the rotation system of red blood cells throughout the body always needs a working system of the body organs that are maximized, both in terms of cleanliness of blood and nutrients to keep the content of these blood cells. If the digestive process is always in good condition and the body in healthy condition, it can reduce the risk of anemia in pregnancy.

Sumber foto dari (photo of) www.gesa.org.au

Anemia Pada Masa Kehamilan Akibat Diet Yang Berlebihan Sebelumnya (Anemia in Pregnancy Period Caused by Excessive Previous Diet)

Cara diet yang salah bisa berujung pada anemia pada masa kehamilan


Indonesian version:

Banyak wanita yang menginginkan tubuhnya selalu langsing dan semampai. Berbagai cara dilakukan untuk hal yang satu ini, mulai dari program diet hingga konsumsi obat-obat pelangsing. Namun, jika cara diet yang dilakukan salah, maka wanita yang bersangkutan justru bisa mengalami anemia pada masa kehamilan. Cara diet yang salah seperti, tidak makan (hanya minum saja), mengkonsumsi obat-obat pelangsing dan suplemen, mengkonsumsi hanya satu jenis makanan saja, dan cara-cara diet yang salah lainnya, justru membuat asupan kebutuhan tubuh menjadi tidak lengkap dan seimbang. Ketidakcukupan inilah yang membuat produksi/regenerasi sel-sel darah merah menjadi terganggu yang pada akhirnya wanita bersangkutan bisa mengalami anemia pada masa kehamilan.

English version:

The wrong way of diet likes not eat (just drink), taking slimming drugs and supplements, eating only one kind of food, and other wrong ways, it makes intake body needs being incomplete and unbalanced. Inadequacy can make the regeneration of red blood cells become disrupted and ultimately the women may experience anemia during pregnancy.

Sumber foto dari (photo of) www.quietrockland.com

Anemia Pada Masa Kehamilan Akibat Penyakit Talasemia (Anemia in Pregnancy Period Caused by Thalassaemia)

Penyakit darah Talasemia berpeluang besar membuat si penderita mengalami anemia pada masa kehamilan


Indonesian version:

Penyakit Talasemia adalah penyakit kecacatan darah dan merupakan faktor yang sangat utama bagi si penderita ketika mengalami anemia pada masa kehamilan. Talasemia merupakan keadaan yang diwarisi, yaitu diwariskan dari keluarga kepada anak. Kecacatan gen menyebabkan hemoglobin dalam sel-sel darah merah menjadi tidak normal. Mereka yang mempunyai penyakit Talasemia tidak dapat menghasilkan hemoglobin yang mencukupi dalam darah mereka. Untuk faktor yang satu ini memang sangat sulit untuk dihindari karena merupakan penyakit bawaan sejak lahir. Secara otomatis si penderita yang bersangkutan pula tidak dapat menghindari penyakit anemia. Konsultasi kepada dokter ahli menjadi jalan yang terbaik untuk menangani masalah yang satu ini, jika si penderita ingin melewati anemia pada masa kehamilan tersebut dengan maksimal.

English version:

Thalassaemia is blood disability that is very major factor for the patient when experiencing anemia during pregnancy. Thalassaemia is a disease inherited from the family to the child. Gen disability cause hemoglobin in red blood cells become abnormal. Those who have Thalassaemia can't produce enough hemoglobin in their blood. It's very difficult to be avoided because it's a congenital disease. Automatically the patient also can't avoid anemia. Consultation to the doctor is the best way to handle this one if the patient wants to pass anemia during pregnancy maximally.

Sumber foto dari (photo of) www.thaisuperiorart.com


Pencegahan Anemia Pada Masa Kehamilan 

Pencegahan Anemia Pada Masa Kehamilan Dengan Mengkonsumsi Zat Besi ( Anemia Prevention with Consuming Foods Contain Iron)

Dengan mengkonsumsi makanan kaya zat besi dapat mencegah anemia pada masa kehamilan


Indonesian version:

Untuk mencegah anemia pada masa kehamilan, hal yang dapat dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan zat besi seperti hati ayam (disarankan hati ayam kampung) ataupun sapi, sayur bayam dan juga buah-buahan (disarankan hati hewan, sayur dan buah organik). Dengan mengkonsumsi semua makanan tersebut, zat besi yang sangat diperlukan oleh sel-sel darah merah dapat terpenuhi secara maksimal dan dapat terhindar dari penyakit anemia.

English version:

To prevent anemia during pregnancy, you can consume foods that are rich in iron such as chicken liver or beef, vegetables, spinach, and fruits (animal liver, organic vegetables and fruits are recommended). By eating all these foods, iron that is needed by red blood cells can be fulfilled to the fullest.

Sumber foto dari (photo of) www.anmum.com

Pencegahan Anemia Pada Masa Kehamilan Dengan Mengkonsumsi Asam Folat (Anemia Prevention with Consuming Foods Contain Folic Acid)

Dengan mengkonsumsi makanan kaya asam folat dapat mencegah anemia pada masa kehamilan


Indonesian version:

Untuk mencegah anemia pada masa kehamilan, hal lain yang juga dapat dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan asam folat seperti hati ayam (disarankan hati ayam kampung) ataupun sapi, gandum, kacang-kacangan, mentega kacang (peanut butter) dan cendawan (disarankan hati hewan, gandum dan kacang-kacangan organik). Dengan mengkonsumsi semua makanan tersebut, asam folat yang sangat diperlukan oleh tubuh khususnya sel-sel darah merah dapat terpenuhi secara maksimal.

English version:

Other things that can also be done is consuming foods that are rich in folic acid, such as chicken liver or cow, wheat, nuts, peanut butter, and mushroom (animal liver, organic wheat and nuts are recommended). By taking all these foods, folic acid that is needed by the body, especially the red blood cells can be fulfilled to the fullest.

Sumber foto dari (photo of) www.mediaindonesia.com

Pencegahan Anemia Pada Masa Kehamilan Dengan Mengkonsumsi Vitamin C (Anemia Prevention with Consuming Vitamin C)

Makanan yang vitamin c juga dapat membantu mencegah anemia pada masa kehamilan


Indonesian version:

Banyak memakan makanan yang kaya dengan vitamin c seperti buah-buahan, ikan, sayur-sayuran dan juga jus jeruk akan sangat membantu mencegah anemia pada masa kehamilan. Hal ini disebabkan karena vitamin c sangat baik dalam memperlancar penyerapan zat besi dalam tubuh. Disisi lain, vitamin c juga sangat berguna untuk memaksimalkan kerja organ-organ tubuh yang lain karena nutrisi yang dikandungnya. Ada baiknya dalam proses pencegahan ini, konsumsilah semua makanan tersebut yang berjenis organik.

English version:

Eating food rich in vitamin C such as fruits, fish, vegetables, and orange juice will help preventing anemia during pregnancy. It's because vitamin C is very useful to maximize the body organs work. It's better if you consume the organic foods.

Sumber foto dari (photo of) www.simplyclassicfruitbaskets.com

Pencegahan Anemia Pada Masa Kehamilan Dengan Menghindari Minuman Kopi dan Teh (Anemia Prevention with Avoiding Coffee and Tea)

Minuman kopi dan teh dapat mengurangi penyerapan nutrisi makanan dalam tubuh


Indonesian version:

Jika ingin mencegah anemia pada masa kehamilan maka hindarilah minuman kopi dan teh, khususnya sehabis makan. Alasannya ialah kopi dan teh dapat "mencuri" nutrisi pada makanan yang dimakan dan mengurangi kandungan zat-zat penting yang diserat oleh tubuh. Kandungan kafein (kopi) dan tehin (teh) serta zat stimulan pada kedua minuman tersebut juga bisa merangsang kontraksi rahim. Selain itu bagi ibu yang sedang menyusui, akan mengalami gangguan produksi kelenjar penghasil susu ibu atau ASI (air susu ibu). Saran ini sangat direkomenasikan kepada mereka yang sangat suka minum kopi maupun teh agar tidak mengalami anemia pada masa kehamilan.

English version:

If you want to prevent anemia during pregnancy, avoid coffee and tea, especially after meals. Coffee and tea can steal nutrients in the food that you eat and reduce the content of important substances that are absorbed by the body. The caffeine, tannin, and other stimulant substances in both also can stimulate uterine contraction. In addition, for mothers who are breast-feeding are impaired productions of milk-producing glands.

Sumber foto dari (photo of) www.fooducate.com

0 komentar:

Poskan Komentar